Minggu, 18 Oktober 2015

Etika Menulis di Internet

Menulis sebuah artikel merupakan karya seni yang di salurkan dari inspirasi seseorang dan di tuangkan melalui tulisan. Dari artikel kita bisa belajar banyak dan tentunya menambah wawasan baik si penulis maupun si pembaca. Dan kita juga bisa terkenal karena menulis artikel.
          Banyak orang menganggap bahwa menulis artikel itu mudah, tapi pada buktinya tidak. Tidak semua orang dapat menulis artikel dengan baik dan benar. Bagaimanakah cara penulisan artikel yang baik dan benar itu? Nantinya akan kita bahas lebih lanjut mengenai itu.
          Sampai saat ini dapat di hitung banyaknya orang yang membuat blog-blog dan website dengan anggapan artikelnya tersebut berguna untuk orang tetapi bahkan banyak juga yang menjerumuskan para si pembaca. Disinilah kita harus berhati-hati dan memakai logika kita agar tidak terjerumus kedalamnya.

Dalam membuat sebuah artikel di internet tentu harus memiliki aturan dan etika yang baik dan benar. Ada yang perlu di perhatikan dalam penulisan artikel di internet yaitu penulis tidak di perbolehkan atau dilarang menyinggung SARA contohnya menyinggung agama lain, tidak boleh mengumbar atau menceritakan kejelekan orang lain contohnya menulis kejelekan masa lalu seorang teman, dilarang mengcopy artikel tanpa seizin pemiliknya tetapi jika inign mengutip isi yang ada di dalamnya sebaiknya tampilkan sumber di dalam artikel tersebut, dilarang menggunakan kata-kata kasar atau yang tidak bermoral.

Penulisan artikel yang baik dan sesuai dengan tata cara kesopanan dalam menggunakan internet seperti yang terdapat di blog- blog, ataupun dari pengalaman yang pernah saya baca, antara lain :

1.   Tampilan judul dan tulisan menarik

Menulis artikel di internet merupakan inspirasi dari dalam diri seseorang. Hasil tulisan kita nantinya akan di baca oleh para pengguna internet. Tentunya seseorang lebih tertarik dengan artikel yang bagus dan menarik. Oleh sebab itu, kita harus kreatif dalam mengembangkan sebuah artikel yang kita buat agar pembacapun puas dengan artikel tersebut. Dengan kepuasan tersebut bisa saja si pembaca mengajak kerjasama atau memberikan lowongan pekerjaan.


2.   Mudah dimengerti

Disini kita tentunya berusaha sebaik mungkin agar  bahasa yang digunakan dalam tulisan mudah di mengerti oleh para pembaca artikel kita nantinya.Oleh sebab itu, jangan menuliskan bahasa yang sulit dipahami dan dimengerti seperti penggabungan antara huruf  dengan simbol atau angka yang biasa di bilang banyak orang “alay”. Hal tersebut dapat mengurangi daya tarik dan minat dari pembaca yang mengunjungi artikel kita.

3.   Jangan menjiplak atau copas karya tulisan orang lain

Menjiplak atau biasa yang kita sebut dengan copy paste merupakan sesuatu hal yang curang yaitu dengan cara mengotak-atik karya tulis orang lain kemudian memindahkan ke karya tulis kita sendiri. Hal ini jelas tidak diperbolehkan, selain disebut sebagai  plagiat juga sangat merugikan orang tersebut yang kita jiplak atau copas. Jika perilaku seperti ini masih terus di lakukan maka akan memberi dampak malas kepada orang  yang menjiplak dan juga berdampak negatif untuk semua kalangan lapisan masyarakat, malah bahkan akan berdampak pada hukum yang berlaku. Oleh karena itu, hapuskan budaya menjiplak agar bangsa kita terbebas dari sikap pemalas dan kurang menghargai karya orang lain.



4.   Harus sesuai etika dan norma-norma yang berlaku

Penulisan terhadap suatu artikel haruslah sesuai dengan norma-norma kesopanan yang berlaku. Maka dari itu sebelum kita membuat sebuah artikel harus di pahami terlebih dahulu etika dan tata cara menulis artikel. Karena dengan memperhatikan hal ini tentunya akan banyak pembaca yang nantinya akan menyukai isi dari artikel tersebut dan mengundang banyak perhatian semua kalangan masyarakat.

5.   Dapat memberi inspirasi ataupun motivasi

Buatlah suatu karya tulis yang isinya menarik dan memberikan suatu inspirasi dan motivasi menulis untuk kepentingan umum, mungkin dengan adanya inspirasi dan motivasi dari penulis akan membuat suatu perubahan yang lebih baik ke depannya. Hal ini akan membuat si pembaca merasa terkesan dan juga mempunyai keinginan untuk menulis ataupun membaca, begitu juga akan memberikan dampak yang positif bagi para pembaca.

6.   Memberi manfaat bagi pembaca

Untuk membuat artikel atau karya tulis yang baik  selain memuat bahasa dan tata cara penulisan yang baik dan juga harus dapat memberikan suatu manfaat bagi si pembaca. Hal ini dapat membantu si pembaca dalam hal tertentu dan dapat terjadinya kontak sosial berupa komentar atau saran dan memberikan sebuah solusi kepada si penulis. Dengan begitu pembaca dan penulis saling berkomunikasi melalui internet dan dapat menjalin suatu kekerabatan.

sumber: http://fahmiariestiawan.blogspot.co.id/2013/09/etika-dan-tata-cara-menulis-artikel-di.html

Selasa, 30 Juni 2015

flowchart kasus elektro

Cara kerja aliran listrik cadangan dengan alat aki menggunakan inverter
Di latarbelakangi oleh banyaknya gangguan aliran listrik dari PLN ke konsumen perumahan, maka harus dibuat sesuatu yang dapat menggantikan aliran listrik dari PLN, untuk menngantikan aliran listrik dari PLN dalam keadaan darurat. Dalam hal ini alat-alat yang digunakan adalah sensor tegangan, saklar otomatis, aki mobil dengan inverter agar dapat langsung mengubah listrik DC menjadi listrik AC, sehingga alat-alat elektronik dapat langsung digunakan. Maka flowchartnya sebagai berikut:
Untitled
Alasan penggunaan aki untuk mengalirkan arus listrik cadangan, karena bila menggunakan genset maka biaya operasional akan lebih mahal, maintenance yang sulit, juga cara kerja menggantikan aliran listrik PLN yang mati memakan waktu (delay time) yang cukup lama.
Sumber: (http://bernardusadityo92.blogspot.com/2013/03/flowchart-kasus-elektro-untuk-cara.html)
Kesimpulannya adalah jika di tugas sebelumnya saya menggunakan flowchart percabangan karena ada pasokan listrik yang kemungkinan bisa mendapatkan pasokan arus listrik tanpa harus memutuskan aliran listrik dari PLN. maka dapat disimpulkan peralatan elektronika dapat memiliki arus listrik walaupun tanpa harus memutuskan aliran listrik dari PLN.
Perbedaannya dari flowchart lurus dan percabangan ialah jika di flowchart percabangan ia tidak perlu memutuskan aliran listrik dari PLN agar peralatan elektroniknya diberi pasokan listrik, tetapi di flowchart lurus ia memerlukan pemutusan aliran listrik dari PLN agar si saklar menyalakan inverter pengubah aliran dari DC ke AC terlebih dahulu baru lah peralatan elektronik diberi pasokan listrik.
Kategori

flowchart alogaritma dan programan ( tugas 4)





Gardu induk merupakan suatu sistem Instalasi listrik yang terdiri dari beberapa perlengkapan peralatan listrik dan menjadi penghubung listrik dari jaringan transmisi ke jaringan distribusi perimer.
Referensi : http://harmin-newworld.blogspot.com

Minggu, 10 Mei 2015

flowchart mikroprosesor sensor





Cara kerja dari sistem Pendeteksi Kecepatan Benda  yang diterjemahkan ke dalam bahasa pemrograman yang sebelumnya dibuat sebuah algoritma pemrograman, sistem kerja yang diterjemahkan ke dalam algoritma pemrograman dimulai dari starting program (reset) yang diteruskan dengan mendeteksi kondisi sensor secara terus menerus (looping), apabila logika pada sensor 1 berubah, maka algoritma akan meneruskan ke perintah selanjutnya yaitu menjalankan timer 0. Setelah membandingkan keadaan timer 0 sambil menunggu keadaan sensor 2, jika keadaan sensor 2 berubah maka mikrokontroler akan menampilkan hasilnya pada LCD. Untuk lebih jelasnya algoritma pemrograman dapat ditampilkan diagram alir  pada Gambar



 

Rabu, 18 Maret 2015

KASUS ELEKTRO ALOGARITMA DAN PEMOGRAMAN



Pengertian soft skill alogaritma dan pemograman kasus elektro
Soft skill adalah suatu kemampuan, bakat, atau keterampilan yang ada di dalam diri setiap manusia. Soft skill adalah kemampuan yang dilakukan dengan cara non teknis, artinya tidak berbentuk atau tidak kelihatan wujudnya.  Namun , softskill ini dapat dikatakan sebagai keterampilan personal dan inter personal.
 Yang dimaksud softskill personal adalah kemampuan yang di manfaatkan untuk kepentingan diri sendiri. Misalnya, dapat mengendalikan emosi dalam diri,  dapat menerima nasehat orang lain, mampu memanajemen waktu, dan selalu berpikir positif. Itu semua dapat di kategorikan sebagai softskill personal.

Kemudian yang dimaksud softskill inter personal adalah kemampuan yg dimanfaatkan untuk diri sendiri dan orang lain. Contohnya,  kita mampu ber hubungan atau ber interaksi dengan orang lain, bekerja sama dengan kelompok lain, dan lain lain.
Nah, softskill juga harus di iringi dengan hardskill, karena kita hidup tidak boleh hanya mempunyai softskill yang berkualitas saja, tapi hardskill kita perlu diperhatikan. Dengan memiliki hardskill yang baik, kita bisa menjadi manusia yang berkualitas. Misalnya, kita di sekolahkan oleh orang tua kita, kita akan memiliki ilmu pengetahuan, nah ilmu tersebut akan kita gunakan dalam kehidupan kita nanti, oleh karena itu, hardskill dan softskill yang seimbang dapat menumbuhkan jiwa/pribadi yang berkualitas.
1.1   Konsep Dasar
Algoritma merupakan fondasi yang harus dikuasai oleh setiap mahasiswa yang ingin menyelesaiakan sebuah permasalahan logika secara terstruktur, efektif dan efisien yaitu yang ingin menyusun program computer untuk menyelesaikan suatu persoalan.

1.2   Defisini Algoritma
Ada beberapa definisi algoritma diantaranya adalah :
    1. Algoritma adalah penyusunan langkah-langkah penyelesaian masalah dalam bentuk kalimat dengan jumlah kata terbatas tetapi tersusun secara logis dan matematis.
    2. Algoritma adalah suatu prosedur yang jelas untuk menyelesaikan suatu persoalan dengan menggunakan langkah-langkah tertentu dan terbatas jumlahnya.
    3. Algoritma adalah susunan langkah yang pasti, yang bila diikuti maka akan mentransformasi data input menjadi output yang berupa informasi.

1.3   Sejarah Algoritma
Sejarah mencatat bahwa algoritma berasal dari sebuah kata al-khawarizmi yang berasal dari seorang muslim yang bernama lengkap Abu Ja’far Muhammad Ibnu Musa Al-Kwarizmi, beliau merupakan ahli matematika dan astronomi dari Persia, dan juga merupakan penulis buku “Aljabar wal Muqobala”. Beliau dianggap sebagai pencetus pertama algoritma karena di dalam buku tersebut Abu Ja’far menjelaskan langkah-langkah dalam menyelesaikan berbagai persoalan arirmatika (aljabar).

1.4   Ciri-ciri Algoritma
Menurut Donald E. Knuth penulis buku algoritma abad XX, menyatakan bahwa ada beberapa ciri algoritma, yaitu :
  1. Algoritma mempunyai awal dan akhir, suatu algoritma harus berhenti setelah mengerjakan serangkaian tugas. Dengan kata lain, suatu algoritma memiliki langkah yang terbatas.
  2. Setiap langkah harus didefinisikan dengan tepat, sehingga tidak memiliki arti ganda, tidak membingungkan (not ambiguous)
  3. Memiliki masukan (input) atau kondisi awal
  4. Memiliki keluaran (output) atau kondisi akhir
  5. Algoritma harus efektif, bila diikuti benar-benar maka akan menyelesaikan masalah.

1.5   Sifat Algoritma
Sesuai dengan ciri-ciri dari algoritma pada penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa sifat suatu algoritma adalah :
  1. Input : Suatu algoritma mempunyai input atau kondisi awal sebelum dilaksanakan, bias berupa nilai-nilai peubah yang diambil dari himpunan khusus.
  2. Output : Suatu algoritma akan menghasilkan output setelah dilaksanakan. Suatu algoritma akan mengubah sebuah kondisi awal menjadi kondisi akhir, dimana nilai output diperoleh dari nilai input yang telah diproses melalui algoritma.
  3. Definiteness : Langkah-langkah yang dituliskan dalam algoritma terdefini dengan jelas sehingga mudah dilaksanakan oleh pengguna algoritma.
  4. Finiteness : Suatu algoritma harus memiliki kondisi akhir atau output setelah sejumlah langkah yang terbatas jumlahnya dilakukan terhadap setiap kondisi awal atau input yang diberikan.
  5. Effevtiveness : Setiap langkah dalam algortima dilaksanakan dalam suatu selang waktu tertentu sehingga pada akhirnya didapatkan solusi sesuai dengan yang diharapkan.
  6. Generality : Langkah-langkah algoritma berlaku untuk setiap himpunan input yang sesuai dengan persoalan yang diberikan, tidak hanya untuk himpunan tertentu.

1.6   Struktur Algoritma
Agar algoritma yang ditulis lebih teratur, maka struktur algoritma sebaiknya dibagi  ke dalam beberapa bagian. Diantaranya :
  1. Bagian kepala (header) : memuat nama algoritma serta informasi atau keterangan tentang algoritma yang ditulis
  2. Bagian Deklarasi ( definisi variable ) : memuat definisi nama variable, nama tetapan, nama prosedur, nama fungsi, tipe data yang akan digunakan dalam algoritma.
  3. Bagian Deskripsi (rincian langkah ) : memuat langkah-langkah penyelesaian masalah, termasuk beberapa perintah seperti baca data, tampilkan, ulangi, yang mengubah data input menjadi output.
Contoh berikut ini adalah struktur algoritma. Algoritma ini akan menghitung luas sebuah luas lingkaran dengan input jejari lingkaran tersebut. Luas lingkaran adalah phi*jari*jari.
Algoritma Luas_lingkaran
{Menghitung sebuah luas lingkaran apabila jari-jari tersebut diberikan}
Deklarasi
{Definisi nama tetapan}
Const phi = 3.14;
{Definisi nama peubah/variabel}
Real jari-jari, Luas;
Deskripsi
Read(jari-jari);
Luas = phi * jari-jari * jari_jari;
Write(Luas);

1.7   Defisini Pemrograman
Pemrograman adalah aktifitas yang berhubungan dengan pembuatan program dengan mengikuti kaidah bahasa pemrograman tertentu. Dalam konteks pemrograman terdapat sejumlah bahasa pemrograman seperti Pascal, C, C#, dan BASIC.
Adapun secara garis besar bahasa pemrograman dikelompokkan menjadi :
  1. Bahasa pemrograman tingkat tinggi ( high-level language )
Adalah bahasa pemrograman yang berorientasi kepada bahasa manusia. Program yang dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman yang mudah dipahami oleh manusia, biasanya menggunakan bahasa inggris, misalnya IF, FOR, While, dll.
Contoh bahasa pemrograman tingkat tinggi adalah : C, C#, BASIC, PHP, VB, VB.NET, JAVA, dll.
  1. Bahasa pemrograman tingkat rendah ( low-level language )
Adalah bahasa pemrograman yang berorientasi kepada mesin. Bahasa ini hanya menggunakan kode biner ( hanya mengenal bilangan 0 dan 1 ) atau suatu kode sederhana untuk menggantikan kode-kode tertentu dalam system biner.
Contoh : kode ASCII yang merepresentasikan karakter ke dalam bilangan biner.

1.8   Langkah-langkah penyelesaian masalah dengan Pemrograman
Sebelum dapat menyelesaikan masalah dengan program, terdapat langkah-langkah yang perlu dilakukan terlebih dahulu :
  1. Menganalisis masalah
Yaitu tindakan untuk mengidentifikasi informasi yang menjadi keluaran pemecahan masalah dan data-data yang menjadi masukan.
Dengan kerangka pemecahan masalah = Masukan -> Algoritma -> Keluaran
  1. Membuat algoritma
Yaitu menuangkan ide dari pengidentifikasian masalah ke dalam bentuk algoritma baik dengan menggunakan Flowchart atau PseudoCode
  1. Menuangkan algortima ke dalam bentuk program.
Yaitu proses membuat kode dengan menggunakan sebuah  bahasa pemrograman untuk mendapatkan hasil sesuai dengan permasalahan
  1. Mengeksekusi dan menguji program (implementasi).
Yaitu proses pengujian terhadap suatu program yang digunakan, apakah nantinya berhasil sesuai yang diharapkan atau masih terjadi kesalahan-kesalahan.

1.9   Contoh-Contoh Algortima
Contoh 1 :
Ada tiga bejana yaitu bejana A, B. Bejana A berisi tinta berwarna merah, bejana B berisi tinta berwarna hijau.
Pertanyaannya adalah : bagaimana caranya agar bejana A dapat terisi dengan tinta berwarna hijau dari bejana B, dan bejana B terisi dengan tinta berwarna merah dari bejana A ?
Dari pertanyaan di atas dapat kita definisikan bahwa untuk memindahkan isi dari bejana A ke bejana B maka dibutuhkan satu lagi bejana kosong, misalnya adalah bejana C.
Maka langkah-langkahnya penyelesaiannya adalah :
    1. Isi bejana C (asalnya kosong) dari bejana A (Tinta Merah)
    2. Isi bejana A (yang sudah kosong) dari bejana B (Tinta Hijau)
    3. Isi bejana B (yang sudah kosong) dari bejana C (Tinta Merah)
    4. Jadi bejana A berisi tinta Hijau, bejana B berisi tinta Merah dan bejana C tetep kosong.

Rabu, 14 Januari 2015

sistem industri





TUGAS SOFKILL
MAKALAH EKONOMI TEKNIK
SISTEM INDUSTRI












ADE NUGROHO
10412134
3IB01C
14 JANUARI 2015
TEKNOLOGI INDUSTRI
TEKNIK ELEKTRO
UNIVERSITAS GUNADARMA



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Dasar Teori

Ekonomi teknik adalah penentuan faktor-faktor dan kriteria ekonomi yang digunakan ketika satu atau lebih alternatif dipertimbangkan untuk dipilih dalam menyelesaikan suatu masalah di bidang teknik.
Bisa juga dikatakan bahwa ekonomi teknik adalah sekumpulan teknik matematika yang menyederhanakan perbandingan ekonomi dalam suatu kasus di bidang teknik. Ilmu ekonomi tidak pernah lepas dari ilmu teknik, terutama dalam perancangan dan penerapannya di masyarakat.
. Ekonomi Teknik, teknik yang memuat tentang bagaimana membuat sebuah keputusan (decision making) dimana dibatasi oleh ragam permasalahan yang berhubungan dengan seorang engineer sehingga menghasilkan pilihan yang terbaik dari berbagai alternatif pilihan. Keputusan yang diambil berdasarkan suatu proses analisa, teknik dan perhitungan ekonomi
1.2  Batasan Masalah
Adapun masalah yang akan dibahas dalam makalah ini, yaitu
1.      Bagaimana pengertian dan definisi dari ekonomi teknik
2.      Bagaimana sejarah dan perkembangan ekonomi teknik
3.      Bagaimana peran ekonomi teknik di industri

1.3  Tujuan
Adapun tujuan dari makalah ini
1.      Untuk mengetahui lebih lanjut maksud dari eknomi teknik
2.      Untuk mengetahui sejarah dan bagaimana perkembangan dari ekonomi teknik
3.      Untuk mengetahui peran ekonomi teknik di bidang industri




BAB II
PEMBAHASAN
2.1  Pengertian
Ekonomi teknik adalah penentuan faktor-faktor dan kriteria ekonomi yang digunakan ketika satu atau lebih alternatif dipertimbangkan untuk dipilih dalam menyelesaikan suatu masalah di bidang teknik. Bisa juga dikatakan bahwa ekonomi teknik adalah sekumpulan teknik matematika yang menyederhanakan perbandingan ekonomi dalam suatu kasus di bidang teknik. Ilmu ekonomi tidak pernah lepas dari ilmu teknik, terutama dalam perancangan dan penerapannya di masyarakat. Dalam hal tersebut, selalu ada beberapa alternatif dalam pelaksanaannya yang masing-masing alternatif memiliki keuntungan dan kerugian yang berbeda-beda jenis dan jumlahnya. Namun penyelesaian masalah tersebut selalu memiliki kriteria ekonomi, dan kriteria tersebut digunakan untuk memilih satu dari banyak alternatif yang tersedia tersebut.
Misal, dalam penerapan mekanisasi di suatu lahan perkebunan tebu, ada banyak alternatif yang tersedia. Apakah penerapan mekanisasinya secara menyeluruh atau hanya sebagian saja (misalnya hanya pada bagian permesinan, irigasi, atau sistem manajemennya saja), dan dana yang tersedia terbatas. Dan mekanisasi yang diterapkan itu harus memberikan tambahan profit yang sebesar-besarnya bagi perkebunan tersebut. Jika perkebunan menetapkan untuk memilih mekanisasi permesinannya saja karena dianggap dapat meningkatkan efisiensi kerja lebih besar, maka muncul alternatif lagi, apakah perkebunan akan menerapkan permesinan di fasilitas pengolahan batang tebu, pengolahan lahan, atau pemanenan. Bahkan jika sudah ditetapkan demikian, perkebunan masih harus memilih tipe mesin apa yang akan dibeli karena menyangkut daya tahan, kinerja mesin, dan kesesuaian dengan perkebunan tersebut. Semua itu harus diperhitungkan secara ekonomi dan matematis dengan tujuan untuk mendapatkan hasil dan keuntungan yang sebesar-besarnya, atau kerugian yang sekecil-kecilnya.
2.2  Definisi
Ekonomi Teknik adalah suatu ilmu pengetahuan yang berorientasi pada pengungkapan dan perhitungan nilai-nilai ekonomis yang terkandung dalam suatu rencana kegiatan teknik (engineering).
Ekonomi teknik terlibat dengan formulasi, estimasi dan evaluasi keluaran ekonomi ketika tersedia alternatif-alternatif untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Ekonomi teknik terlibat dengan aplikasi hubungan matematis tertentu yang membantu membandingkan alternatif-alternatif ekonomi
2.3  Sejarah Singkat
Pertimbangan  dan  perbandingan  biaya  merupakan  aspek  dasar dari pelaksanaan rekayasa. Perintis dalam bidang ini adalah Arthur M. Wellington, pada akhir abad 19, seorang insinyur sipil, bidang keahlian khususnya adalah bangunan jalan kereta api di Amerika Serikat. Arthur mempertimbangkan kontribusi ekonomi teknik di mana penekanan pada aspek keuangan secara matematik.
Pada tahun 1930, Eugene Grant menerbitkan edisi pertama dari buku teksnya. Ini merupakan tonggak sejarah perkembangan ekonomi teknik seperti kita ketahui saat ini. Ia menekankan pengembangan sebuah titik pandang ekonomi dalam engineering. Pada tahun 1942 Woods dan De Garno menulis edisi pertama dari buku yang berjudul “Engineering Economy”.
2.4 Konsep dasar Ekonomi Teknik
Menurut KUIPER (1971),  2 dasar pemikiran dlm hal keuangan yg lebih ditekankan pada konsep alami/logika pemikiran daripada perhitungan matematis;
1.      Bila meminjami uang kpd org lain, ia brhak mendptkan bunga (interest) sesuai dg periode pengembaliannya
2.      Sejumlah uang tertentu pd masa sekarang mendpt bunga dari waktu kewaktu akan berkembang mjd jumlah yg sgt besar tergantung dari tingkat suku bunga dan periode waktu
Hubungan nilai sekarang yg berubah menjadi kira-kira 2x lipat  PERATURAN 72  utk mengetahuisecara cpt perbandingan nilai skrg dan yg akan dtg pd suatu periode tahun.
2.5  Landasan-landasan Ekonomi Teknik
Penentu landasan ekonomi teknik, merupakan suatu kumpulan prinsip-prinsip atau konsep dasar yang memberikan kompeherensif yang mengembangkan metodologi. Ada 7 langkah dasar disiplin ilmu ini :
Langkah 1 : Membuat Alternatif-alternatif
Pemilihan keputusan diantara alternatif-alternatif. Alternatif-alternatif tersebut perlu diidentifikasi dan kemudian dicari analisisnya secara berurutan.
Langkah 2 : Memfokuskan pada perbedaan-perbedaan
Hanya perbedaan yang berarti dari hasil diantara alternatif-alternatif yang relevan dengan perbandingan yang harus dipertimbangkan dalam keputusan itu.
Langkah 3 : Menggunakan suatu titik pandang yang konsisten
Hasil dari alternatif, aspek ekonomi dan lainnya harus dikembangkan secara konsisten dari suatu titik pandang yang ditetapkan.
Langkah 4 : Menggunakan satuan ukuran umum
Menggunakan satuan yang umum dalam menghitung hasil untuk mempermudah analisis dan perbandingan dari alternatif.
Langkah 5 : Pertimbangkan semua kriteria yang relevan
Pemilihan suatu alternatif yang dikehendaki (pengambilan keputusan) memerlukan penggunaan suatu kriteria (atau beberapa kriteria). Proses keputusan harus mempertimbangkan baik hasil dalam satuan moneter dan pernyataan lain.
Langkah 6 : Membuat tegas suatu ketidakpastian
Ketidakpastian berkaitan dengan pemroyeksian (atau perkiraan) hasil-hasil alternatif saat mendatang dan harus dikenal dalam analisis dan perbandingan mereka
Langkah 7 : Tinjau Kembali Keputusan Saudara
Perbaiki hasil keputusan terhadap hasil dari suatu proses penyesuaian diri (adaptive); terhadap yang dapat dipraktekkan secara luas, hasil yang diproyeksikan semula dari alternatif terpilih secara berturut-turut harus dibandingkan dengan hasil sebenarnya yang dicapai.

2.6 Prinsip – Prinsip Ekonomi Teknik
1.   Membuat alternatif (keputusan)
       Pemilihan keputusan diantara alternatif-alternatif perlu diidentifikasi dan kemudian didefinisikan untuk analisis-analisis selanjutnya.

2.         Fokuskan pada perbedaan-perbedaan
            Jika semua alternatif yang layak tepat sama, maka tidak ada dasar atau perlunya perbandingan.

3.   Gunakan sudut pandng yang konsisten
            Hasil-hasil yang prospektif dari alternatif-alternatif harus dikembangkan secara konsisten dari sudut pandang yang telah didefinisikan.

4.         Gunakan satu ukuran umum
            Dengan menggunakan satu pengukuran yang umum untuk menghitung sebanyak mungkin hasil-hasil prospektif akan mempermudah analisis dan perbandingan alternatif yang di dapat.

5.         Pertimbangkan kriteria yang relevan
            Pemilihan alternatif yang disukai memerlukan penggunaan satu atau beberapa kriteria. Proses keputusan ini harus mempertimbangkan baik hasil yang dinyatakan dalam satuan monetr yang dinyatakan dalam satuan pengukuran lain.

6.   Membuat tugas suatu ketidakpastian
         Ketidakpastian terkadang langsung memproyeksikan atau memperkirakan hasil-hasil alternatif di masa datang dan harus dikenali dalam analisis dan perbandingannya.

7.   Tinjau kembali keputusan-keputusan anda
            Perbaiki hasil keputusan terhadap hasil dari suatu proses penyesuaian diri terhadap yang dapat dipraktekkan secara luas, hasil yang diperkirakan semula dari alternatif terpilih secara berturut-turut harus dibandingkan dengan hasil sebenarnya. 
2.7 Pentingnya Eknomi Teknik bagi ahli teknik
·        Keputusan yang dibuat ahli teknik biasanya merupakan hasil dari pemilihan satu diantara beberapa alternatif
·        Keputusan menunjukkan pilihan bagaimana sejumlah uang diinvestasikan dengan cara yang terbaik
·        Sejumlah uang tersebut juga sebagai MODAL yg jumlahnya biasanya terbatas
·        Keputusan bagaimana menginvestasikan modal akan secara bervariasi memberikan perubahan di masa mendatang, dengan harapan akan lebih baik

2.8   Proses Perancangan Ekonomi Teknik
Suatu studi ekonomi teknik dilakukan dengan mneggabungkan suatu prosedur terstuktur dan teknik – teknik pemodelan secara matematis. Hal analisis ekonomi kemudian digunakan dalam pengambilan keputusan yang melibatkan dua lternatif atau lebih dan biasanya termasuk pengetahuan analisis engineering.
Suatu prosedur analisis ekonomi teknik yang baik menggabungkan prinsip – prinsip dasar yang terdiri dari 7 langkah. Prosedur 7 langkah juga digunakan untuk membantu pengambilan keputusan dalam proses desain teknik.
Dalam hal ini, kegiatan proses desain membagi informasi uantuk langkah – langkah terkait dalam prosedur analisi ekonomi












BAB III
KESIMPULAN

Ekonomi Teknik memberikan informasi tentang keputusan umum berkenaan dengan pengoperasian suatu organisasi. Setelah dibuat keputusan untuk menanmkan modal dalam sebuah proyek dan uang telah ditanamkan, maka siapapun yang mengatur modal itu ingin mengetahui hasil – hasil keuangannya. Shingga harus ditetapkan suatu prosedur akuntansi sedemikian sehingga keuangan yang berkenaan dengan investasi itu dapat direkam dan disimpulkan dan ditentukan untuk kerja (performansi). Pada saat yang sama, melalui penggunaan informasi keuangan yang baik, dapat ditetapkan control dan digunakan untuk mengerahkan operasi menuju sasaran keuangan yang diinginkan.
Peranan ekonomi teknik bagi system industry adalah mampu meningkatkan daya saing sistem integral yang terdiri atas tenaga kerja, bahan baku, energi, informasi, teknologi, dan infrastruktur yang berinteraksi dengan komunitas bisnis, masyarakat, dan pemerintah.


DAFTAR PUSTAKA